Image default
Crypto

Dapat Cuan Dengan 5 Teknik Crypto Trading Bagi Pemula

Bagi anda yang sudah pernah atau berpengalaman trading di pasar saham ataupun pasar forex, tentunya trading di pasar crypto bisa menjadi lebih mudah. Hal itu karena pasar crypto juga menggunakan grafik atau chart dalam melihat naik turunnya harga. Sehingga bagi yang sudah biasa trading sebelumnya akan lebih mudah  untuk mempelajari teknik dasar Crypto trading bagi pemula.

Apa sih crypto trading itu? Dikutip dari Blockchain council crypto trading adalah spekulasi harga pada crypto melalui pembelian dan penjualan koin.  Seperti halnya perdagangan saham dan forex dimana ada analisis teknikal dan fundamental, teknik dasar dagang crypto bagi pemula pun demikian.

Untuk analisis teknikal atau berpatokan pada grafik tekniknya kurang lebih sama seperti saham dan forex. Seperti ada Fibonacci retracement tool,  Bolinger, MACD dan lain -lain. Namun sebaiknya analisis teknikal digabungkan pula dengan analisis fundamental.

Baca Juga: Forex vs Crypto, Kira-kira Mana yang Paling Cuan?

Pengertian Cryptocurrency

Seperti pada  saham untuk  melakukan analisis fundamental kita perlu mengetahui apa itu crypto.  Sebenarnya tidak perlu menguasai ilmu matematika rumit seperti algoritma untuk  melakukan  analisis  fundamental terhadap crypto. Tidak pula perlu menjadi ahli komputer yang mengerti bahasa pemrograman untuk itu. Kamu hanya perlu mengetahui apa sebenarnya crypto itu ? Dan apa yang mempengaruhi harga crypto? Untuk dapat melakukan teknik dasar dagang crypto bagi pemula.

Crypto atau cryptocurrency adalah mata uang digital yang tidak memilki bentuk fisik.  Suatu aset crypto seperti Bitcoin misalnya dibuat dengan teknologi blockchain. Teknologi blockchain adalah  teknologi penyimpanan data yang terbuat dari rangkaian blok–blok yang saling terhubung oleh kriptografi. Singkatnya membeli suatu koin crypto sama seperti membeli suatu software atau piranti  lunak.

Seperti  halnya emas, crypto bisa dihasilkan dari penambangan atau mining. Mining disini maksudnya adalah menambah lagi  rangkaian blok – blok baru pada rangkaian blockchain suatu koin. Jadi prosesnya lebih seperti mencetak uang  baru.

Seperti uang, semakin banyak dicetak maka akan terjadi inflasi, begitupun crypto. Semakin banyak jumlah suatu koin yang dihasilkan sementara permintaan (demand) sedikit maka harga koin akan jatuh. Karena crypto tidak memiliki bank sentral ataupun regulator dalam mengatur jumlah yang beredar di pasar, maka  harga crypto murni ditentukan tingkat penawaran dan permintaan atau supply dan demand. Supply Demand pasar ini sangat ditentukan oleh sentimen pasar seperti suatu isu dari perusahaan besar atau tokoh ternama seperti Elon Musk atau  suatu negara.

Setelah mengetahui apa itu crypto dan apa yang mempengaruhi naik turun harganya, kita akan bahas satu persatu 5 teknik dasar dagang crypto bagi pemula.

Mengenal Koin Blue Chip

Di dalam saham, ada yang dikenal dengan saham-saham blue chip  atau saham lapis satu. Saham – saham ini memiliki kapitalisasi  pasar yang besar.   Beberapa contoh saham blue chip adalah BBCA, UNVR, TLKM BBRI.    Sementara  pada pasar Crypto ada pula  koin-koin  blue chip yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar seperti  contohnya Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH),  Litecoin (LTC), Cardano (ADA) dan banyak lagi lainnya.  Beberapa contoh tersebut merupakan  koin-koin yang dianggap cukup stabil dari segi  developer maupun komunitas tradernya.  Kalau kamu tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan tentang Analisis teknikal dan  baru masuk ke pasar crypto ada baiknya kamu membeli koin-koin blue chip tersebut pada saat harga rendah dan menyimpannya sampai harganya tinggi lagi.

Bagaimana caranya mengetahui bahwa harga koin tersebut berada di bawah harga pasar ?, sehingga nantinya kamu akan mendapat keuntungan saat harganya tinggi.  Kamu bisa melihat grafik naik dan turunnya koin tersebut sekaligus mencari tahu di internet apakah kondisi pasar saat ini sedang Bearish atau Bullish.  Bearish adalah tren turun  harga pasar, sementara bullish adalah  tren naik harga pasar.

Mengenal dan Membeli Alt Coin yang Murah

Pernah mendengar istilah shitcoins ?. Shitcoin adalah Alternative coin atau alt coin yang mengalami penurunan harga menjadi sangat murah. Kalau kamu ingin mencoba keberuntungan kamu di pasar crypto tanpa harus melakukan analisis teknikal dan fundamental, tidak ada salahnya kalau kamu mencoba membeli koin-koin yang harganya masih murah seperti koin dengan harga Rp, 30, Rp 36, Rp 66 perkoinnya.  Setelah kamu membeli segera lupakan sejenak , dan pantau  sesekali saat market sedang Bullish run .

Teknik Crypto untuk Pemula dengan Melihat Coin Murah

Teknik Dollar Cost Averaging (DCA)

Kamu bisa menggunakan teknik dasar dagang crypto jenis ini kalau kamu punya cukup uang. Konsepnya adalah membeli suatu koin secara bertahap. Misalnya kamu adalah seorang pekerja kantoran yang  memiliki uang satu juta rupiah untuk mencoba trading bitcoin dengan Teknik ini. Kamu pilih hari Sabtu untuk membeli Bitcoin, maka selama setiap hari Sabtu selama sepuluh minggu kamu membeli Bitcoin atau bisa juga membeli koin lainnya sejumlah  serratus ribu rupiah.  Dengan cara seperti ini kamu bisa meminimalisasi risiko dari  loss atau penurunan harga yang tiba-tiba.

Teknik Golden Cross atau Death Cross

Teknik ini menggunakan sedikit analisis teknikal. Untuk melakukan hal ini kamu harus masuk dulu ke akun platform crypto yang kamu punya. Selanjutnya pada grafik analisis kamu mencari  fitur indikator lalu mencari  “Moving Average” (MA). Set dua buah moving average, masing -masing berjarak 50  dan 200. Kamu juga bisa mengubah warna dari garis moving average tersebut.

Setelah kamu set dua buah moving average maka selanjutnya kamu mencari titik ekuilibrium atau titik temu antara kedua garis moving average tersebut. Convergence atau Golden cross adalah ketika garis MA 50 bersinggungan lalu bergerak ke atas maka itu adalah sinyal untuk beli. Sementara divergence atau death cross adalah ketika garis MA 50 bersinggungan lalu bergerak ke bawah, maka itu adalah sinyal untuk melepas koin.

Trading Bots

Kalau kamu tidak ada waktu untuk memantau terus perkembangan  harga pasar crypto kamu bisa mencoba menggunakan trading bots atau robot. Pasar crypto  bergerak terus selama 24 jam setiap hari dan 7 hari seminggu alias nonstop dan global.

Dengan menggunakan bots kamu bisa menetapkan harga batas atas untuk menjual  saat posisi untung  dan  harga batas bawah untuk menjual saat posisi turun, sehingga otomatis cut loss. Ada beberapa  bots yang ditawarkan secara gratis dan memiliki sistem komisi saat mendapatkan keuntungan dari trading. Ada juga bots yang mengenakan biaya berlangganan setiap bulannya. Beberapa bots yang gratis seperti Pionex, Quadency dan Coinrule, sementara bots yang berbayar contohnya seperti Bitsgap.

Itulah 5 teknik crypto trading bagi pemula yang bisa kamu coba. Sebagai pemula ada baiknya jika kamu mencoba menggunakan uang dalam nominal yang sedikit dan menggunakan uang “dingin” atau uang yang tidak terpakai untuk kebutuhan sehari-hari dan bukan juga  dana darurat. Sehingga kalau kamu mengalami kerugian saat awal-awal mencoba crypto trading bagi pemula dan tidak mengganggu keuangan bulanan kamu.

Related posts

Jangan Mau Ditipu, Kenali Investasi Crypto Yang Benar !