Image default
Investasi

Tertarik Berinvestasi? Ketahui Dulu Macam-Macam Investasi Ini

Kini, banyak masyarakat yang akhirnya semakin ‘melek’ untuk berinvestasi. Bukan hanya itu saja, macam-macam investasi pun sudah semakin berkembang dan semakin beragam. Setiap orang, baik yang pemula, mahasiswa, anak muda dan lainnya, kini bisa mulai untuk berinvestasi. Tapi yang manakah jenis investasi yang cocok untuk Anda?

Apa Itu Investasi?

Sebelum mengetahui macam-macam investasi yang ada, Anda harus tau dulu apa itu investasi. Investasi adalah salah satu cara memperoleh keuntungan dengan menanamkan modal berupa dana di satu ataupun lebih instrumen untuk jangka waktu tertentu. Selain dilakukan untuk mendapat keuntungan, investasi juga seringkali dimanfaatkan untuk tujuan di masa depan, seperti untuk dana pendidikan, dana pensiun, dana darurat ataupun untuk tabungan agar tidak terkena inflasi dan lainnya.

Macam-Macam Investasi

Menurut jangka waktunya, investasi dibagi menjadi 2 yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Investasi jangka pendek adalah investasi yang punya periode yang pendek. Di mana Anda bisa merasakan keuntungan dalam jangka waktu yang singkat, hanya sekitar 3 hingga 12 bulan saja. Jenis investasi jangka pendek seperti ini sering juga disebut sebagai investasi sementara atau hanya sekedar untuk ‘mengamankan’ dana yang Anda miliki, sembari menunggu adanya peluang investasi lain yang lebih menguntungkan.

Baca Juga: Jangan Mau Ditipu, Kenali Investasi Crypto Yang Benar !

Sedangkan investasi jangka panjang adalah macam-macam instrumen investasi yang membutuhkan waktu panjang hingga bertahun-tahun untuk merasakan return yang menguntungkan. Tidak sedikit investor yang butuh waktu hingga 10 tahun untuk merasakan hasilnya.

Sekalipun investasi jangka panjang punya return yang lebih besar dibanding investasi jangka pendek, namun risiko yang dimiliki investasi jangka panjang pun jauh lebih besar.

Nah, berikut ini adalah contoh investasi yang ada:

1. Deposito Berjangka

Deposito Berjangka

Deposito adalah salah satu instrumen investasi yang mirip dengan tabungan. Yang membedakan keduanya adalah tingkat bunga dan juga deposito ada waktu jatuh tempo. Suku bunga untuk deposito tentunya lebih tinggi dibanding Anda menabung biasa. Semakin banyak dana yang Anda deposito-kan, maka bunganya pun bisa semakin tinggi.

Bila tabungan biasa bisa Anda ambil sewaktu-waktu saat diinginkan, sedangkan deposito punya tenor yang mengikat. Jadi, sebelum deposito jatuh tempo, maka Anda tidak bisa mengambil atau mencairkan dananya.

Deposito berjangka ini cocok untuk jadi pilihan investasi bagi para investor pemula, karena risikonya yang terbilang rendah dan juga aman.

2. Saham

Saham

Saham adalah bentuk aset atau kepemilikan suatu perusahaan. Ketika Anda berinvestasi dengan membeli saham, maka Anda membeli sebagian kepemilikan perusahaan yang mengeluarkannya. Semakin banyak jumlah saham yang Anda beli, maka semakin besar juga persentase kepemilikan perusahaan yang Anda dapat.

Return yang akan didapat oleh investor saham berasal dari dividen dan pertumbuhan nilai saham tersebut. Dividen ini berasal dari return yang diperoleh perusahaan. Sedangkan return yang Anda dapat dari pertumbuhan nilai saham adalah ketika Anda memutuskan menjual saham tersebut di harga yang lebih tinggi dari harga beli Anda. Bisa dibilang, Anda dapat untung dari hasil jual saham tersebut.

Untuk berinvestasi saham dibutuhkan pemahaman dan Analisa yang tinggi, karena risikonya terbilang besar.

3. Reksa Dana

Macam-macam investasi, reksadana

Reksa dana adalah jenis instrumen investasi di mana dana yang berasal dari beberapa investor akan dikumpul secara kolektif menjadi satu untuk diinvestasikan ke instrumen investasi yang ada di pasar modal oleh manajer investasi. Investasi Reksa dana ini bisa menjadi salah satu pilihan investasi bagi pemula.

Reksa dana sendiri terbagi menjadi 5 jenis, yaitu reksadana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana campuran dan juga reksa dana index. Risiko terendah berada di reksa dana pasar uang. Namun return tertinggi bisa Anda rasakan dari reksa dana saham.

4. Emas atau Logam Mulia

Investasi Emas dan Logam Mulia

Bila Anda lebih suka dengan investasi fisik yang lebih jelas, Anda bisa mencoba investasi emas atau logam mulia ini. Risiko yang dimiliki investasi jenis ini terbilang cukup rendah. Dan nilainya pun cenderung stabil, bahkan terus mengalami peningkatan tiap tahun.

Jika Anda ingin berinvestasi lewat emas, pilihlah investasi emas Batangan atau logam mulia. Karena harganya dinilai dari berat yang dimiliki emas.

Baca Juga: Forex Vs Emas: Mana yang Lebih Menguntungkan?

5. Properti

Investasi properti

Properti juga masuk dalam salah satu macam-macam investasi yang memiliki benda fisik, sama dengan emas. Nilainya pun pasti akan terus naik tanpa banyak fluktuasi. Dalam hal risiko juga investasi properti terbilang rendah.

Investasi properti sendiri bisa dilakukan dengan membeli tanah, membangun bangunan di atas tanah tersebut lalu menjualnya bila nilainya sudah cukup tinggi. Ada pula yang melakukan investasi properti dengan menyewakan properti yang mereka miliki untuk mendapat aliran pemasukan.

Investasi properti ini termasuk macam-macam investasi jangka panjang. Sehingga return­-nya akan terasa setelah periode yang tidak singkat.

Itu dia beberapa jenis investasi yang ada, dan bisa Anda coba. Yang terpenting adalah, Anda mengetahui jenis investasi beserta risiko di baliknya. Jangan hanya memikirkan return-nya yang menggoda, tanpa memikirkan risikonya. Bijaklah memilih jenis investasi!

Related posts

Forex Vs Emas: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Isthar Pelle